KELAS 10 SEMESTER 2 PERTEMUAN 2
Mapel TIK Kelas 10
Rangkuman
Materi Perkakas Analisis Data
Pada era internet, saat teknologi informasi
sudah sedemikian maju, data tak lagi mungkin dikelola secara manual. Sebab,
data tersedia dalam jumlah sangat banyak.
Perkakas analisis data adalah alat yang
digunakan untuk mengolah, mengelola, dan menganalisis data agar menghasilkan
informasi yang bernilai. Di sisi lain, analisis data di era internet bisa mencakup informasi yang amat banyak dan kompleks.
Oleh karena itu, keberadaan perkakas analisis
data sangat membantu dalam memproses data secara cepat dan akurat. Hasil
analisis itu dapat membantu pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran
dan efektif. Dengan dukungan perkakas yang tepat, data dapat diubah menjadi
dasar yang kuat dalam perencanaan dan strategi.
Sebagai ilustrasi sederhana, untuk
membandingkan harga bahan-bahan pokok dan melihat grafik pekermbangannya bisa
dilakukan secara online. Namun, data-data itu bertebaran di banyak situs web.
Alih-alih memakai cara manual dengan membuka
satu per satu situs web, akan jauh lebih efektif jika memanfaatkan
"robot" yang bisa mengumpulkan dan menganalisis data secara otomatis.
Ada beragam jenis teknik analisis data online
tersebut, salah satunya Scraping. Adapun Scraping adalah teknik menyalin
data tertentu yang dikumpulkan dari halaman web.
Dengan Scraping, data dari situs web bisa
dikumpulkan dan kemudian disalin ke dalam basis data atau spreadsheet agar
lebih gampang dianalisis.
Contohnya, data dari sebuah situs web lowongan
pekerjaan yang memuat sangat banyak variabel, seperti jabatan, gaji, jenis pekerjaan, dan lain
sebagainya, bisa dianalisis dengan memilahnya jadi kategori lebih sederhana.
Dengan begitu, informasi yang diperoleh lebih terarah sesuai kebutuhan.
Namun, untuk bisa memperoleh data tersebut
memerlukan perkakas analisis data. Perkakas inilah yang membantu pengumpulan
dan analisis data secara otomatis. Ribuan dan bahkan jutaan data dapat
dikumpulkan dan dianalisi dengan cara cepat, efektif, dan efisien.
Ada banyak jenis perkakas analisis data. Di
antaranya termasuk Google Colaboratory dan Python. Mengutip dari buku Informatika
Kelas X (2021) terbitan Kemdikbudristek, berikut penjelasannya:
1. Google
Colaboratory (Google Colab)
Google Colab adalah alat yang berguna sebagai lingkungan pengembangan
aplikasi terintegrasi secara online. Penyedianya adalah Google dan pengguna
tidak perlu memasang aplikasi apa pun di komputernya, karena semua dikerjakan
secara online (online IDE).
Link Google Colab dapat ditemukan di colab.research.google.com.
Memakai alat ini, pengguna bisa menulis program dan melakukan pengolahan data
dari internet. Pengguna pun bisa memanfaatkan berbagai fungsi dan library yang
berguna untuk pengolahan data, termasuk scraping.
Google Colab dapat digunakan dengan sign-in
menggunakan akun Google atau Gmail. Setelah itu, pengguna bisa membuka catatan
baru dengan membuat New Notebook.
Notebook adalah istilah yang dipakai pada
Google Colab untuk file kerja sebagai tempat membuat bermacam dokumen, termasuk teks dokumen, catatan, hingga
teks kode program Python.
2. Python
Bahasa pemrograman membantu komunikasi manusia dengan komputer. Bahasa
pemrograman digunakan untuk membuat program yang memberikan perintah pada komputer agar melakukan sesuatu tugas.
Python yang dimaksud di sini adalah bahasa
pemrograman tersebut. Bahasa Python menjadi salah satu bahasa pemrograman yang
kerap dipakai dalam analisis data dan punya library.
3. Koleksi
Data (Web Scraping)
Pengumpulan data menjadi salah satu tahapan penting dalam analisis data.
Salah satu metode yang dapat digunakan adalah web scraping, yaitu teknik
mengambil data langsung dari situs web. Melalui aktivitas proyek web scraping,
proses analisis data difokuskan pada pengenalan cara mengoleksi data
menggunakan bahasa pemrograman Python dengan bantuan Google Colab.
Web scraping dilakukan dengan mengambil
seluruh struktur halaman web dalam bentuk kode HTML. Proses ini dikenal sebagai
parsing. Kode HTML tersebut kemudian diolah dengan menyeleksi
bagian-bagian tertentu yang berisi informasi penting sesuai kebutuhan pengguna.
Hasil seleksi ini berupa data yang telah dirangkum dari data mentah sebelumnya.
Data hasil scraping pada tahap awal
umumnya masih berupa kumpulan teks yang belum tertata dan sulit dibaca. Oleh
karena itu, data perlu disusun kembali agar lebih mudah dipahami. Salah satu
cara penyajian yang umum digunakan adalah dalam bentuk tabel, sehingga data
hasil scraping dapat dibaca dan dianalisis dengan lebih jelas.
Data yang telah dikumpulkan melalui proses
scraping sebelumnya disajikan dalam bentuk tabel. Penyajian data dalam tabel
memungkinkan pembaca melihat persebaran data secara tekstual. Namun, analisis
data tidak berhenti pada penyajian tabel saja. Data dapat diolah lebih lanjut
menjadi bentuk visual agar informasi yang terkandung di dalamnya lebih mudah
dipahami.
Visualisasi data dilakukan dengan mengubah
data tekstual menjadi grafik atau diagram, seperti diagram batang, diagram
lingkaran, dan diagram garis. Bentuk visual ini membantu memperjelas
perbandingan, pola, dan proporsi antar data.
Sebelum data dapat diolah dan
divisualisasikan, data perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Tahap ini dalam
analisis data disebut pra-pemrosesan data (data preprocessing).
1. Tahap
Pra-Pemrosesan Data
Tahap ini bertujuan untuk membersihkan dan menyiapkan data agar siap
diolah. Data hasil scraping sering kali masih mengandung kesalahan, seperti
nilai yang masih berupa teks atau format angka yang tidak sesuai untuk
perhitungan.
2.
Visualisasi Data
Setelah melalui pra-pemrosesan, data dapat diolah dan ditampilkan dalam
bentuk visual. Salah satu bentuk visualisasi yang umum digunakan adalah diagram
batang. Diagram ini menampilkan perbandingan nilai antar
kategori data secara jelas.
Dalam beberapa kasus, data perlu melalui
pra-pemrosesan lanjutan. Pengelompokan data yang kurang tepat dapat menyebabkan
hasil visualisasi menjadi tidak akurat, misalnya ketika beberapa kategori
digabung sehingga nilai yang ditampilkan menjadi menumpuk. Penyesuaian
pengolahan data diperlukan agar hasil visualisasi mencerminkan kondisi yang
sebenarnya.
Selain diagram batang, terdapat jenis diagram
lain yang dapat digunakan sesuai dengan karakteristik data. Diagram lingkaran,
misalnya, digunakan untuk menunjukkan proporsi setiap bagian terhadap
keseluruhan. Pemilihan jenis visualisasi yang tepat akan membantu penyajian
data menjadi lebih efektif dan informatif.
Komentar
Posting Komentar