KELAS 10 SEMESTER 2 PERTEMUAN 5

 SILAHKAN KALIAN RANGKUM MATERI BERIKUT DALAM BUKU MASING-MASING SETELAH SELESAI MINTALAH PARAF ORANG TUA SETELAH ITU SILAHKAN DI FOTO DAN UP LOAD KKELAS MASING-MASING KE LINK DIBAWAH INI : : https://drive.google.com/drive/folders/1FfNm4GC7gYThLPCPhEL10RPzX_dxKKw3?usp=drive_link



MACAM-MACAM RUMUS EXCEL

1.       SUM

SUM merupakan rumus untuk menjumlahkan angka yang ada di sel-sel tertentu. Misalnya, saat akan menjumlahkan angka dari sel A2 sampai A6, maka rumusnya adalah:
=SUM(A2:A6)

2.       COUNT

COUNT memiliki fungsi untuk menghitung jumlah sel yang berisi angka. Misalkan, dari sel A1 sampai I1, hanya A1 sampai E1 saja yang berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut: =COUNT(A1:I1) Hasil dari rumusnya adalah 5, karena hanya lima sel yang berisi angka.

 

3.       COUNTA

Serupa dengan COUNT, namun pada rumus COUNTA tidak hanya menghitung jumlah sel yang berisi angka, tapi sel yang berisi apapun. Sehingga, Anda bisa mengetahui jumlah sel yang tidak kosong. Contohnya, misalkan sel A1 hingga D1 berisi kata, dan sel G1 hingga I1 berisi angka. Maka, jika dihitung dengan rumus berikut: =COUNTA(A1:I1) Setelah dilakukan penghitungan, dapat ditemukan bahwa hasil rumusnya adalah 7, karena sel yang kosong hanya E1 dan F1.

 

4.       AVERAGE

Sesuai dengan label yang tersemat, AVERAGE berfungsi untuk menghitung rata-rata angka pada range sel tertentu. Contohnya, ketika Anda sedang menghitung rata-rata nilai mata kuliah yang ada di sel A2 hingga A6, maka Anda bisa menggunakan rumus: =AVERAGE(A1:A5)

 

5.       IF

Rumus Microsoft Excel kelima cenderung lebih kompleks daripada lainnya. Fungsi rumus IF pada Mictosoft Excel cukup berperan penting dalam mengidentifikasi data berdasarkan logika tertentu. Biasanya dalam bentuk benar/salah. Contohnya, saat Anda ingin mengecek apakah angka di A1 lebih besar dari angka di B1. Jika angkanya lebih besar, Anda ingin melihat kata “Benar”, dan jika lebih kecil, Anda ingin melihat kata “Salah”. Maka rumusnya akan seperti ini: =IF(A1>B1; “Benar”;”Salah”)

 

6.       MAX dan MIN

Di antara 20 rumus Excel, salah satunya merupakan rumus MAX dan MIN yang berfungsi untuk mencari angka tertinggi atau terendah di dalam suatu deretan data. Contohnya, terdapat sembilan siswa yang nilainya ditulis di sel A2 hingga A10. Jika Anda ingin tahu nilai yang paling tinggi, maka bisa menggunakan rumus: =MAX(A2:A10) Sebaliknya, jika Anda ingin tahu nilai yang paling rendah, Anda bisa menggunakan rumus: =MIN(A2:A10)

7.       TRIM

Dalam menjalankan rumus Excel tidak selamanya mulus dan mudah. Anda mungkin juga dihadapkan pada beberapa kendala kecil seperti adanya spasi dalam rumus yang menyebabkan formulanya error saat proses kalkulasi. Fungsi rumus TRIM dapat menghapus spasi berlebih yang ada di dalam sel, contohnya seperti spasi di awal kalimat, akhir kalimat, atau spasi ganda. Tapi ingat, rumus ini hanya bisa diaplikasikan pada satu sel saja. Jadi, Anda tidak bisa menggunakannya pada beberapa sel sekaligus, harus satu per satu. Contohnya seperti ini: =TRIM(A1)

 

8.       AND

Dari 20 rumus Excel yang perlu Anda pelajari, ada rumus AND yang memiliki fungsi logika. Anda dapat menggunakannya untuk mencari tahu apakah isi dari suatu sel benar (TRUE) atau salah (FALSE). Berikut adalah contoh rumusnya: =AND(A1>50;A1<100) Jika angkanya memenuhi kriteria (A1>50 dan A1<100), maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.

 

9.       OR

Mirip dengan rumus AND, rumus OR bisa digunakan untuk mencari tahu apakah kriteria yang ditentukan TRUE atau FALSE. Bedanya, jika rumus AND harus memenuhi semua kriteria untuk menjadi TRUE, rumus OR bisa dipenuhi dengan salah satu kriteria saja: =OR(A1<50;A1>100) Jika angkanya memenuhi kriteria (A1100), maka hasilnya adalah TRUE. Begitu pula sebaliknya.

 

10.   NOT

Pada rumus kesepuluh ada NOT. Rumus ini berkebalikan dari rumus AND dan OR. Contohnya, saat Anda Anda menggunakan rumus ini: =NOT(A1>50) Berarti, hasilnya adalah TRUE jika angkanya tidak memenuhi kriteria (A1>50). Sedangkan jika angkanya memenuhi kriteria, hasilnya adalah FALSE.

11.   LEN

Fungsi dari rumus ini adalah untuk menghitung jumlah karakter yang ada di dalam satu sel. Jadi, yang dihitung tidak hanya kata, tapi juga spasi dan tanda baca seperti titik dan koma. Berikut contoh rumusnya: =LEN(A1) Namun ada beberapa hal yang harus menjadi catatan, rumus LEN tidak bisa diaplikasikan pada beberapa sel sekaligus. Dengan kata lain, Anda perlu menggunakan rumus ini satu per satu pada sel tertentu.

12.   AREAS

Dalam penggunaan Excel ada sebuah konsep untuk menghitung jumlah area yang diseleksi. Untuk memperoleh hasil tersebut, Anda bisa menggunakan rumus AREAS. Rumus ini dapat menghitung jumlah area yang Anda jadikan referensi. Contohnya, dengan memasukkan rumus ini: =AREAS(A1:C6) Setelah dihitung, maka ditemukan bahwa hasilnya adalah 1, karena Anda hanya menyeleksi satu range sel saja.

 

13.   VLOOKUP

Rumus VLOOKUP terkesan sulit. Namun, bila Anda mengetahui caranya, rumus ini akan sangat mempermudah pekerjaan Anda. Di mana, rumus ini akan berguna saat mengambil data yang disusun secara vertikal. Sebagai contoh, jika Anda menawarkan beberapa paket yang terdiri dari bundling produk dan layanan. Berikut adalah tabel rincian biayanya (tabel rincian biaya ada di sel B15:D17). Berikut caranya untuk menggunakan rumus VLOOKUP: Pertama-tama sel yang perlu dimasukkan adalah C4, karena sel ini yang mengindikasikan jenis paket yang dibeli konsumen. Selanjutnya, Anda perlu memasukkan range sel untuk tabel rincian biaya (B15:D17). Itu agar nilai tabelnya absolut, tekan F4 (sehingga di dalam kode range selnya muncul persentasenya). Lalu, masukkan angka dua di bagian selanjutnya. Karena di tabel rincian biaya, harga produk terletak di kolom kedua.

14.   HLOOKUP

Rumus ini hampir serupa dengan VLOOKUP. Adapun perbedaanya, jika VLOOKUP berguna untuk mengambil data yang disusun secara vertikal, maka HLOOKUP untuk data yang disusun secara horizontal. Sesuai dengan namanya, yaitu HLOOKUP.

 

15.   CHOOSE

Rumus ini bisa digunakan untuk mengambil nilai dari suatu tabel data. Misalnya, Anda membuat kolom baru untuk No, Paket dan Jenis Paket. Tujuannya, jika Anda mengisi nomor 1, 2, atau 3 di kolom No. Paket, kolom Jenis Paket secara otomatis akan terisi Gold, Silver, atau Bronze. Untuk mengerjakannya dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti. masukkan sel E1, yaitu sel nomor paketnya (Sel pertama hanya bisa diisi angka). Lalu, masukkan sel B2, B3, dan B4. Karena ketiga sel tersebut berisi value Gold, Silver, dan Bronze.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KELAS X PERTEMUAN 2

KELAS XI PERTEMUAN 5

KELAS X PERTEMUAN 4